Harry Potter duduk di meja dengan sobekan-sobekan kertas tertata di permukaannya. Draco mengambil jubahnya dari tas buku, mengenakannya, dan duduk di seberang Harry di sisi lainnya, memberi potongan-potongan kertas tadi pandangan bingung. Mereka ditata dalam dua baris dan barisnya terdiri dari sekitar dua puluh sobekan kertas.
“Rahasia darah,” kata Harry Potter, dengan pandangan tajam di wajahnya, “adalah sesuatu yang disebut dengan deoxyribose nucleic acid. Kamu tak mengatakan nama itu di depan siapapun yang bukan ilmuwan. Deoxyribose nucleic acid adalah resep yang memberi tahu tubuhmu bagaimana caranya tumbuh, dua kaki, dua tangan, pendek atau tinggi, apakah kamu memiliki mata coklat atau hijau. Ini adalah hal material, kamu bisa melihatnya jika kamu punya mikroskop, yang seperti teleskop hanya saja mereka melihat benda-benda yang sangat kecil bukannya sangat jauh. Dan resep itu memiliki dua salinan atas segalanya, selalu, berjaga-jaga semisal satu salinan rusak. Bayangkan dua baris panjang potongan-potongan kertas. Di tiap tempat dalam barisan itu, ada dua potong kertas, dan ketika kamu memiliki anak, tubuhmu memilih satu potongan kertas dengan acak dari tiap tempat dalam barisan, dan tubuh sang ibu juga akan melakukan hal yang sama, dan dengan demikian si anak juga akan memperoleh dua potong kertas tiap tempat dalam barisan. Dua salinan dari semuanya, satu dari ibumu, satu dari ayahmu, dan ketika kamu memiliki keturunan mereka memperoleh satu potong kertas darimu secara acak di tiap tempat.”
Saat Harry berbicara, jari-jarinya melayang di atas pasangan sobekan kertas, menunjuk pada satu bagian dari pasangan ketika dia berkata “dari ibumu”, dan yang lain ketika dia berkata “dari ayahmu”. Dan saat Harry mengatakan tentang mengambil satu potong kertas secara acak, tangannya mengeluarkan satu Knut dari jubahnya dan melemparkannya; Harry melihat pada koin itu, dan kemudian menunjuk pada potongan teratas kertas. Semuanya tanpa jeda dalam perkataannya.
“Sekarang ketika sampai pada suatu hal seperti menjadi pendek atau tinggi, ada banyak tempat dalam resep yang membuat perbedaan-perbedaan kecil. Jadi jika ayah tinggi menikahi seorang ibu pendek, si anak memperoleh beberapa potong kertas mengatakan ‘tinggi’ dan beberapa kertas mengatakan ‘pendek’, dan biasanya si anak berakhir dengan tinggi menengah. Tapi tak selalu. Dengan keberuntungan, si anak bisa jadi memperoleh banyak sobekan yang mengatakan ‘tinggi’, dan tak banyak kertas yang mengatakan ‘pendek’, dan tumbuh cukup tinggi. Kau bisa memiliki ayah tinggi dengan lima kertas berkata ‘tinggi’ dan ibu tinggi dengan lima kertas mengatakan ‘tinggi’ dan akhirnya lebih tinggi dari kedua orangtuanya. Kau lihat? Darah itu bukan cairan sempurna, dia tidak bercampur dengan sempurna. Deoxyribose nucleic acid terbuat dari banyak potongan-potongan kecil, seperti secangkir kerikil bukannya secangkir air. Itulah kenapa seorang anak tidak selalu tepat di tengah-tengah orangtuanya.”
Draco mendengarkan dengan mulut terbuka. Bagaimana dalam nama Merlin para Muggle menemukan semua ini? Mereka bisa melihat resepnya?
“Sekarang,” kata Harry Potter, “misalnya kalau, sama seperti tinggi badan, ada banyak tempat kecil dalam resep di mana kamu bisa memperoleh sepotong kertas yang mengatakan ‘magis’ atau ‘tak magis’. Jika kamu memiliki cukup banyak kertas yang mengatakan ‘magis’ kamu jadi penyihir, jika kamu memiliki terlalu sedikit kamu jadi Muggle, dan di tengahnya kamu jadi Squib. Dengan demikian, ketika dua Squib menikah, seringkali anak mereka juga adalah Squib, tapi sesekali seorang anak akan beruntung dan memperoleh sebagian besar dari kertas sihir ayahnya dan sebagian besar kertas sihir ibunya, dan menjadi cukup kuat untuk menjadi seorang penyihir. Tapi mungkin bukan penyihir yang kuat. Jika kamu memulai dengan banyak penyihir kuat dan mereka hanya menikahi satu sama lain, mereka akan tetap kuat. Tapi jika mereka mulai menikahi Muggleborn yang nyaris magis, atau Squib тАж kau lihat? Darah tidak akan bercampur dengan sempurna, itu akan jadi secangkir kerikil, bukan secangkir air, karena seperti itulah cara kerja darah. Akan tetap ada beberapa penyihir kuat sesekali, ketika mereka memperoleh banyak kertas sihir karena kebetulan. Tapi mereka tak akan sekuat kebanyakan penyihir dari kelompok awal.”
Draco mengangguk perlahan. Dia tak pernah mendengarnya seperti itu sebelumnya. Ada keindahan yang tak disangka-sangka atas betapa tepatnya penjelasan tadi.
“Tapi,” kata Harry. “Itu hanya satu hipotesis. Misal kalau hanya ada satu tempat di dalam resep yang membuatmu jadi seorang penyihir. Hanya satu tempat di mana sepotong kertas yang mengatakan ‘magis’ atau ‘tak magis’. Dan ada dua salinan dari semuanya, selalu. Jadi dengan kemudian hanya ada tiga kemungkinan. Kedua salinan mengatakan ‘magis’. Satu salinan bisa mengatakan ‘magis’ dan satu salinan bisa mengatakan ‘tak magis’. Atau kedua salinan bisa mengatakan ‘tak magis’. Penyihir, Squib, dan Muggle. Muggleborn tak akan benar-benar lahir menjadi Muggle, mereka akan lahir dari dua Squib, dua orangtua masing-masing dengan satu salinan magis yang tumbuh di dunia Muggle. Sekarang bayangkan satu penyihir wanita menikahi seorang pria Squib. Tiap anak akan memperoleh satu kertas mengatakan ‘magis’ dari si ibu, selalu, tak peduli potongan mana yang diambil secara acak, keduanya mengatakan ‘magis’. Tapi seperti melemparkan koin, setengah waktu si anak akan memperoleh kertas yang mengatakan ‘magis’ dari si ayah, dan setengah waktu si anak akan memperoleh kertas ayahnya yang mengatakan ‘tak magis’. Ketika seorang penyihir wanita menikahi pria Squib, hasilnya tak akan jadi penyihir lemah kecil. Setengah dari anak-anak akan jadi penyihir sama kuatnya dengan ibu mereka, dan setengah lagi akan jadi Squib. Karena jika hanya ada satu tempat dalam resep yang membuatmu menjadi seorang penyihir, maka sihir tak seperti secangkir kerikil yang bisa bercampur. Itu bagaikan satu kerikil ajaib, suatu batu bertuah.”
Harry mengatur tiga pasang kertas bersebelahan. Di satu pasang dia menulis ‘magis’ dan ‘magis’. Di pasangan lain dia menulis ‘magis’ di kertas atas saja. Dan pada pasangan ketiga dia biarkan kosong.
“Yang dalam kasus itu,” kata Harry, “entah kau memiliki dua batu atau kau tidak. Entah kau penyihir atau tidak. Penyihir kuat akan jadi seperti itu dengan belajar lebih keras dan berlatih lebih banyak. Dan jika para penyihir secara pewarisan jadi kurang kuat, bukan karena mantra-mantra yang menghilang tapi karena orang-orang tak bisa melemparkan mereka тАж maka mungkin mereka memakan makanan yang salah atau apa. Namun jika ini berubah buruk secara stabil selama delapan ratus tahun, maka itu bisa berarti bahwa sihir itu sendiri memudar dari dunia.”
Harry menyusun dua pasangan kertas bersebelahan lain, dan mengeluarkan satu pena bulu. Tak lama tiap pasangan memiliki satu potong kertas mengatakan ‘magis’ dan kertas yang lain kosong.
“Dan itu membawaku ke dalam prediksinya,” kata Harry. “Apa yang akan terjadi ketika dua Squib menikah. Lemparkan satu koin dua kali. Dia bisa berakhir kepala dan kepala, kepala dan ekor, ekor dan kepala, atau ekor dan ekor. Jadi seperempat waktu kamu akan memperoleh dua kepala, seperempat waktu kamu akan memperoleh dua ekor, dan setengah waktu kamu akan memperoleh satu kepala dan satu ekor. Hal yang sama akan terjadi jika dua Squib menikah. Seperempat dari keturunan akan memperoleh magis dan magis, dan menjadi penyihir. Seperempat akan memperoleh tak magis dan tak magis, dan menjadi Muggle. Setengah lainnya akan menjadi Squib. Ini adalah pola yang sangat tua dan sangat klasik. Ini ditemukan oleh Gregor Mendel yang tak telupakan, dan itu adalah petunjuk pertama yang tersingkap tentang bagaimana cara kerja resepnya. Siapapun yang tahu apa pun tentang sains darah akan langsung mengenali pola itu seketika. Itu akan jadi tepat, lebih dari jika kamu melemparkan satu koin dua kali dalam empat puluh pengulangan kamu akan memperoleh tepat sepuluh pasang dari dua kepala. Tapi jika hasilnya tujuh atau tiga belas penyihir dari empat puluh anak itu akan jadi indikator kuat. Itu adalah tes yang aku suruh kamu lakukan. Sekarang mari lihat datamu.”
Dan sebelum Draco bisa berpikir, Harry Potter sudah mengambil perkamennya dari tangan Draco.
