Harry menunduk pada kedua orang itu dengan hormat, dan pergi.

*

“Albus,” kata Minerva setelah si bocah menghilang, “bagaimana kau tahu harus menganggap Harry dengan serius? Aku akan mengira gagasannya itu jelas mustahil!”

Wajah si penyihir tua berubah serius. “Alasan yang sama itu harus tetap dijadikan rahasia, Minerva. Alasan yang sama aku memberitahumu untuk datang padaku, jika Harry membuat pernyataan semacam itu. Karena itu adalah kekuatan yang tidak diketahui Pangeran Kegelapan.”

Kata-kata itu membutuhkan beberapa detik untuk mengendap.

Dan kemudian getaran dingin sampai ke tulang punggungnya, seperti yang selalu terjadi ketika dia mengingat.

Itu dimulai sebagai suatu pekerjaan wawancara biasa, Sybill Trelawney melamar untuk posisi Profesor Ramalan.

YANG MEMILIKI KEKUATAN UNTUK MENAKLUKKAN PANGERAN KEGELAPAN SUDAH DEKAT,

DILAHIRKAN KEPADA MEREKA YANG TELAH TIGA KALI MENANTANGNYA,

DILAHIRKAN BERSAMAAN DENGAN MATINYA BULAN KETUJUH,

DAN PANGERAN KEGELAPAN AKAN MENANDAINYA SEBAGAI TANDINGANNYA,

TETAPI DIA AKAN MEMILIKI KEKUATAN YANG TIDAK DIKETAHUI PANGERAN KEGELAPAN,

DAN SALAH SATU HARUS MATI DI TANGAN YANG LAIN,

KARENA YANG SATU TAK BISA HIDUP SEMENTARA YANG LAIN BERTAHAN.

Kata-kata mengerikan itu, diucapkan dalam suara menggema menakutkan itu, sepertinya tak sesuai dengan sesuatu seperti Transfigurasi parsial.

“Mungkin tidak, kalau begitu,” kata Dumbledore setelah Minerva mencoba menjelaskan. “Aku mengaku aku sudah berharap untuk sesuatu yang akan membantu dalam menemukan horcrux Voldemort, di mana pun dia mungkin menyembunyikannya. Tapi тАж .” Si penyihir tua mengangkat bahu. Ramalan adalah hal yang rumit, Minerva, dan adalah paling baik untuk tak membiarkan kesempatan apa pun. Hal paling kecil bisa terbukti menentukan kalau itu tetap tak terduga.”

“Dan apa menurutmu yang dia maksud tentang Severus?” kata Minerva.

“Itu aku tak punya gagasan,” desah Dumbledore. “Kecuali Harry sedang membuat gerakan atas Severus, dan berpikir kalau suatu pertanyaan terbuka akan dianggap serius sementara tuduhan langsung akan diabaikan. Dan jika memang itulah yang terjadi, Harry dengan benar beralasan kalau aku tak akan mempercayai kalau itulah yang terjadi. Jadi mari kita lihat saja, tanpa prasangka, sama seperti yang dia minta.”

*

Kelanjutan, 1:

“Um, Hermione?” kata Harry dalam suara yang sangat kecil. “Aku pikir aku berhutang padamu suatu permintaan maaf yang sangat, sangat, sangat besar.”

*

Kelanjutan, 2:

Mata Alissa Cornfoot sedikit sayu saat dia memandang ke arah Master Ramuan yang memberi kelasnya pelajaran tegas, memegang kacang tembaga kecil dan mengatakan sesuatu tentang jeritan kubangan daging manusia. Sejak awal tahun ini dia mengalami kesulitan mendengarkan di dalam Ramuan. Dia terus memandangi profesor mereka yang jahat, kejam, kotor dan terus berfantasi tentang detensi spesial. Mungkin ada sesuatu yang benar-benar salah dengannya tapi dia seolah tak bisa berhenti melakukannyaтАУ

“Ow!” kata Alissa kemudian.

Snape baru saja menjentikkan kacang tembaga itu dengan akurat ke dahi Alissa.

“Nona Cornfoot,” kata si Master Ramuan, suaranya memotong, “ini adalah suatu ramuan yang rumit dan jika kau tak bisa memperhatikan kau akan melukai teman sekelasmu, bukan hanya dirimu. Temui aku setelah kelas.”

Empat kata terakhir itu tidak membantunya juga, tapi dia mencoba lebih keras, dan berhasil melewati hari tanpa melelehkan siapapun.

Setelah kelas, Alissa mendekati meja. Sebagian darinya ingin berdiri di sana pasrah dengan wajah tersipu dan kedua tangan terkatup di belakang punggung penuh penyesalan, hanya untuk jaga-jaga, tapi beberapa naluri sunyi mengatakan padanya kalau ini mungkin adalah ide buruk. Jadi dia hanya berdiri di sana dengan wajah netral, dalam postur tubuh yang sangat pantas untuk gadis muda, dan berkata, “Profesor?”

“Nona Cornfoot,” kata Snape tanpa melihat ke atas dari lembar jawaban yang sedang dia nilai, “aku tak membalas perasaanmu, aku mulai menemukan pandanganmu mengganggu, dan kamu akan membatasi matamu mulai sekarang. Apa itu cukup jelas?”

“Ya,” kata Alissa dalam decit tercekik, dan Snape mempersilakannya keluar, dan dia berlari dari ruang kelas dengan pipinya menyala seperti lava cair.

*Chapter 29*: Bias Egosentris

Sayangnya, tak ada yang bisa mengatakan siapa itu J. K. Rowling. Kalian harus melihatnya sendiri.

Disclaimer sains: Luosha mengatakan kalau teori empati dalam Bab 27 (kamu memakai otakmu sendiri untuk menirukan orang lain) bukanlah suatu fakta ilmiah yang cukup dikenal. Buktinya sejauh ini menunjuk ke arah itu, tapi kita belum menganalisis sirkuit otak dan membuktikannya. Demikian juga, formulasi tanpa batas waktu dari mekanika kuantum (yang disinggung di Bab 28) adalah sebegitu elegan hingga aku akan terkejut bila menemukan dalam teori akhir memiliki waktu di dalamnya, tapi mereka belum ditetapkan juga.

Добавить отзыв
ВСЕ ОТЗЫВЫ О КНИГЕ В ИЗБРАННОЕ

0

Вы можете отметить интересные вам фрагменты текста, которые будут доступны по уникальной ссылке в адресной строке браузера.

Отметить Добавить цитату