waktu. Tiga puluh tahun sudah meleleh lepas dari wajahnya.

“Menarik,” kata Dumbledore. “Itu persis seperti yang dia katakan. Dia memang melakukan Transfigurasi atas sebagian dari subjek tanpa melakukan Transfigurasi atas keseluruhan. Kau mengatakan itu hanyalah batasan konseptual, Harry?”

“Ya,” kata Harry, “tapi satu yang sangat dalam, hanya mengetahui kalau itu adalah suatu batasan konseptual tidaklah cukup. Aku harus menekan bagian pikiranku yang membuat kesalahan itu dan memikirkan tentang realitas mendasari yang para ilmuwan sudah temukan.”

“Sungguh menarik,” kata Dumbledore. “Aku ambil bahwa bagi penyihir lain mana pun untuk melakukan hal yang sama akan membutuhkan berbulan-bulan belajar jika mereka memang bisa melakukannya? Dan bisakah aku memintamu untuk melakukan Transfigurasi parsial atas beberapa subjek lain?”

“Mungkin ya dan tentu saja,” kata Harry.

Setengah jam kemudian, Minerva merasa sama bingungnya, tapi secara signifikan teryakinkan tentang masalah keamanannya.

Itu memang sama, selain secara logis mustahil.

“Aku percaya itu cukup, Kepala Sekolah,” kata Minerva pada akhirnya. “Aku curiga Transfigurasi parsial adalah lebih melelahkan daripada yang biasa.”

“Semakin berkurang dengan latihan,” kata si bocah yang kelelahan dan pucat, suara tak stabil, “tapi yeah, kau benar soal itu.”

Proses mengeluarkan Harry dari penghalangnya membutuhkan beberapa menit, dan kemudian Minerva mengantarnya ke kursi yang jauh lebih nyaman, dan Dumbledore membuat sebuah es krim soda.

“Selamat, Tn. Potter!” kata Profesor McGonagall, dan memang bersungguh-sungguh. Dia akan mempertaruhkan hampir apa pun kalau itu tak akan bekerja.

“Benar selamat,” kata Dumbledore. “Bahkan aku tidak membuat penemuan orisinal apa pun dalam Transfigurasi sebelum umur empat belas. Tidak sejak hari Dorotea Senjak jenius mana pun berkembang sebegitu cepat.”

“Terima kasih,” kata Harry, terdengat sedikt terkejut.

“Bagaimanapun juga,” kata Dumbledore merenung, “kupikir akan jadi amat bijak untuk menjaga kejadian bahagia ini sebagai suatu rahasia, paling tidak untuk saat ini. Harry, apakah kau mendiskusikan gagasanmu dengan orang lain sebelum kau berbicara dengan Profesor McGonagall?”

Ada kesunyian.

“Um тАж .” kata Harry. “Aku tak ingin menyerahkan siapapun ke dalam Pemeriksaan, tapi aku memang memberi tahu satu murid lainтАУ”

Kata itu nyaris meledak dari bibir Profesor McGonagall. “Apa?” Kau mendiskusikan suatu bentuk yang benar- benar baru dari Transfigurasi dengan seorang murid sebelum berkonsultasi dengan otoritas yang diakui? Apa kau tahu betapa tak bertanggungjawabnya itu?”

“Aku minta maaf,” kata Harry. “Aku tak tahu.”

Bocah itu terlihat ketakutan dengan cukup pantas, dan Minerva merasa sesuatu di dalamnya mengendur. Paling tidak Harry paham betapa bodohnya dia.

“Kau harus membuat Nona Granger bersumpah atas kerahasiaan,” kata Dumbledore dengan serius. “Dan jangan memberi tahu siapapun kecuali ada alasan yang teramat sangat baik untuknya, dan mereka juga sudah bersumpah.”

“Ah тАж kenapa?” kata Harry.

Minerva juga bertanya-tanya atas hal sama. Sekali lagi sang Kepala Sekolah berpikir terlalu jauh di depan untuknya bisa mengimbangi.

“Karena kau bisa melakukan sesuatu yang tak seorang pun bisa percaya bisa kau lakukan,” kata Dumbledore. “Sesuatu yang benar-benar tak terduga. Itu mungkin terbukti akan jadi keunggulan pentingmu, Harry, dan kita harus menjaganya. Tolong, percaya padaku tentang ini.”

Profesor McGonagall mengangguk, wajah tegasnya tak menunjukkan kebingungan batinnya. “Tolong lakukan, Tn. Potter,” katanya.

“Baiklah тАж .” kata Harry perlahan.

“Begitu kita selesai memeriksa materialmu,” Dumbledore menambahkan, “kau boleh berlatih Transfigurasi parsial, atas kaca menjadi besi dan besi menjadi kaca saja, dengan Nona Granger bertindak sebagai peninjaumu. Tentu saja, jika di antara kalian curiga memperoleh gejala apa pun dari bentuk apa pun dari penyakit Transfigurasi, beri tahu profesor secepatnya.”

Tepat sebelum Harry meninggalkan ruang kerja, dengan tangannya pada kenop pintu si bocah berbalik dan berkata, “Selama kita di sini, apakah di antara kalian memperhatikan ada yang berbeda dengan Profesor Snape?”

“Berbeda?” kata sang Kepala Sekolah.

Minerva tidak membiarkan senyuman masam tampak di wajahnya. Tentu saja si bocah merasa gelisah tentang si ‘Master Ramuan jahat’, sejak di tak memiliki cara untuk mengetahui kenapa Severus bisa dipercaya. Akan jadi aneh paling tidak, menjelaskan pada Harry kalau Severus masih mencintai ibunya.

“Maksudku, apakah kelakuannya berubah baru-baru ini dalam hal apa pun?” kata Harry.

“Tidak dari yang sudah kulihat тАж .” kata sang Kepala Sekolah perlahan. “Kenapa kau bertanya?”

Harry menggelengkan kepalanya. “Aku tak ingin berprasangka atas pengamatanmu sendiri dengan mengatakannya. Hanya waspadai saja, mungkin?”

Itu mengirimkan getar keresahan menembus Minerva dalam suatu cara yang tak satu pun penuduhan terang- terangan atas Severus bisa lakukan.

Добавить отзыв
ВСЕ ОТЗЫВЫ О КНИГЕ В ОБРАНЕ

0

Вы можете отметить интересные вам фрагменты текста, которые будут доступны по уникальной ссылке в адресной строке браузера.

Отметить Добавить цитату